Minat Gen Z ke Museum Meningkat, Program Paspor Museum Jadi Sorotan Anak Muda

Jakarta – Museum yang dulu identik dengan tempat belajar sejarah kini mulai menarik perhatian Generasi Z. Dalam beberapa bulan terakhir, minat anak muda untuk mengunjungi museum dan cagar budaya mengalami peningkatan, didorong oleh berbagai program edukatif yang dikemas lebih modern serta mudah diakses melalui platform digital.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Museum Passport (Paspor Museum). Program ini memungkinkan pengunjung mengumpulkan cap dari berbagai museum yang mereka kunjungi, sehingga pengalaman berwisata menjadi lebih interaktif. Konsep tersebut dinilai mampu menarik minat Gen Z yang gemar membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut antusiasme Generasi Z terhadap Museum Passport cukup tinggi. Menurutnya, pendekatan yang lebih kreatif menjadi salah satu cara efektif untuk mendekatkan sejarah dan budaya kepada kalangan muda tanpa menghilangkan nilai edukasinya.
Pengelola museum juga mulai beradaptasi dengan menghadirkan berbagai inovasi, seperti pemandu digital, kode QR untuk informasi koleksi, area foto yang menarik, hingga penyelenggaraan pameran tematik. Langkah tersebut membuat museum tidak lagi dipandang sebagai tempat yang membosankan, tetapi menjadi destinasi wisata edukasi yang relevan dengan gaya hidup generasi digital.
Di media sosial, semakin banyak konten kreator yang membagikan pengalaman berkunjung ke museum. Video singkat, ulasan koleksi bersejarah, hingga rekomendasi museum favorit turut mendorong peningkatan kunjungan dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda.
Pengamat budaya menilai tren ini menjadi sinyal positif bagi upaya pelestarian sejarah Indonesia. Dengan keterlibatan Gen Z, museum berpeluang menjadi ruang belajar yang lebih hidup sekaligus memperkenalkan warisan budaya kepada generasi berikutnya melalui pendekatan yang lebih modern dan interaktif.